Kiat-kiat Mengatasi Cemburu


Seperti kita tahu, cemburu itu pertanda cinta. Karenanya, di dalam suatu hubungan yang kita jalin dengan seseorang, tidak aneh kalau hubungan itu juga terkadang menerbitkan kecemburuan pada pasangan.

Cemburu kadang muncul tiba-tiba. Bisa saja karena kita melihat pasangan tersenyum atau saling sapa dengan seseorang, atau karena kita tiba-tiba membayangkan yang tidak-tidak menyangkut pacar kita.

Cemburu itu pertanda cinta, namun apabila cemburu sudah keterlaluan, dalam arti di luar kewajaran, maka cemburu malah bisa menjadi faktor yang menghancurkan suatu hubungan. Karena, siapa sih yang tidak malas berhubungan dengan orang yang terlalu cemburuan?

Karenanya, apabila kamu cemburu dengan pacarmu karena hal-hal yang wajar, tentu saja itu normal. Namanya juga pacar. Tapi, ketika kamu mulai menyadari rasa cemburu yang tengah kamu rasakan di luar kewajaran, dan kamu ingin melenyapkannya, maka tip berikut ini pasti berguna.

Ingat, cemburu adalah perasaan negatif, yang apabila kamu tidak bisa mengendalikannya, maka kamulah yang akan dikendalikannya. Berikut ini tip-tipnya:

~ Tariklah napas dalam-dalam, kemudian hembuskan sekuat mungkin. Lakukan hal tersebut setidaknya 50 kali sampai kamu merasa kelelahan hingga terbebas dari beban pikiran kecemburuanmu.

~ Minumlah air putih, setidaknya sebanyak tiga gelas.

~ Putarlah dan dengarkan musik dengan volume yang keras, kemudian ikut bernyanyilah.

~ Terjunlah ke kolam renang, dan berenanglah sampai kamu merasakan dadamu lega dari desakan rasa cemburu.

~ Untuk sementara waktu, singkirkan semua barang atau benda yang mengingatkanmu pada pacarmu. Simpan di tempat yang tak terlihat, sampai kamu dapat menghilangkan rasa cemburumu.

~ Pergilah ke pantai, nikmati pemandangan luas di sana, dan hiruplah napas sebanyak mungkin di udara yang bebas itu.

~ Alihkanlah pikiran pada hal-hal yang positif, seperti mengerjakan tugas, atau merancang rencana hidup untuk masa depan.

~ Jangan melarikan perasaan cemburu pada makanan atau camilan yang akan membuatmu kekenyangan, karena itu bukannya akan menyelesaikan masalah tapi malah akan menciptakan masalah baru.

~ Temuilah kawan atau sahabatmu, dan bersenang-senanglah dengannya.

~ Lupakan hal-hal yang membuatmu sedih atau tambah cemburu.

~ Kalau kamu memang perlu menangis, maka menangislah dan tuntaskan semuanya. Setelah itu, lupakan saja.

Mau lebih banyak pengetahuan seputar cinta dan hubungan antar cowok-cewek? Kamu bisa mendapatkannya di buku ini. :)

Copyright © Cintapedia

Memahami Rasa Cemburu dalam Cinta


Siapa pun yang tengah jatuh cinta atau yang sedang menjalin hubungan pacaran dengan seseorang pasti pernah mengalami perasaan cemburu. Perasaan cemburu merupakan sesuatu yang ‘bisa melihat, namun tak dapat dilihat’. Para psikolog sering menggambarkan perasaan cemburu sebagai ‘the green eye monster’.

Rasa cemburu sering terjadi antar pasangan, baik pasangan yang sudah berumah tangga ataupun yang masih dalam hubungan pacaran. Itu tentu saja wajar, karena sebagaimana yang sering orang bilang, cemburu pertanda cinta.

Selain sebagai tanda cinta, cemburu juga bisa dianggap sebagai semacam alarm yang membunyikan tanda bahaya akan hadirnya sesuatu yang bisa mengancam keutuhan suatu hubungan. Para psikolog menyebutkan bahwa cemburu adalah perasaan yang wajar dan universal yang datang tanpa diundang, dan sulit diusir apabila telah hadir dalam hati.

Rasa cemburu biasanya tumbuh secara subur dalam cinta antarlawan jenis, baik dalam hubungan rumah tangga ataupun dalam hubungan pacaran. Rasa cemburu muncul dalam hubungan semacam ini, karena rasa cinta dalam hubungan lawan jenis bersifat eksklusif, dalam arti bahwa masing-masing pihak yang ada dalam hubungan itu tidak ingin atau tidak mau kalau cinta milik pasangannya terbagi dengan orang lain.

Cinta dalam hubungan semacam itu menuntut cinta yang hanya satu-satunya untuk diri sendiri. Dari situlah kemudian mudahnya rasa cemburu timbul dan muncul.

Yang menjadi masalah, sering kali kecemburuan yang hadir itu menjadikan kita sebagai makhluk yang hiper-sensitif. Ketika tidak dalam keadaan cemburu, kita dapat menilai pasangan secara baik dan mungkin juga objektif. Tapi ketika cemburu muncul, kita pun sering kali tak bisa lagi menilai secara objektif, dan kesalahan sekecil apa pun yang terdapat pada pasangan kita sering kali menjadi terlihat. Apabila tak diantasipasi dan dikelola secara baik, tentu saja lama-lama justru akan menghancurkan suatu hubungan yang pada mulanya ingin dipertahankan dan dilestarikan.


Sifat rasa cemburu

Ada pertanyaan, apakah cewek lebih pencemburu dibanding cowok? Karena selama ini ada semacam keyakinan bahwa cewek memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibanding cowok.

Nah, di dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan menyangkut hal ini, diperoleh gambaran bahwa cowok maupun cewek memiliki reaksi yang sama dalam hal cemburu.

Umumnya, mereka (cowok ataupun) akan merasa sangat gusar dan gelisah apabila mengetahui pasangannya jatuh cinta pada orang lain. Dalam arti mereka menuntut rasa kesetiaan secara emosional dan menginginkan pasangannya hanya memberikan hatinya, jiwanya, dan cintanya, hanya kepada dirinya.

Pada dasarnya, rasa cemburu cowok ataupun cewek terfokus pada segi ketidaksetiaan yang bersifat emosional. Penelitian yang pernah dilakukan terhadap 200 responden mengungkapkan bahwa hal mendasar yang mengakibatkan kecemburuan adalah aspek ketidaksetiaan emosional.

Yang pasti, rasa cemburu adalah perasaan atau emosi yang kuat dan luar biasa pada setiap manusia. Apabila perasaan cemburu sudah membakar, maka tidak jarang mengakibatkan hal-hal cukup besar, seperti putusnya hubungan bagi mereka yang berpacaran, atau perceraian bagi mereka yang sudah berumah tangga. Lebih dari itu, ada pula orang yang sampai melakukan bunuh diri karena rasa cemburu, atau membunuh pasangannya karena sebab yang sama.

Contoh nyata menyangkut hal ini pernah terjadi di Beijing. Di sana, pernah ada seorang lelaki bernama Liu Zhanjin yang meledakkan bom seberat 50 kilogram yang menewaskan dirinya dan 38 orang lainnya yang tak berdosa, gara-gara cemburu pada istrinya, dan menduga kalau si istri telah jatuh cinta pada lelaki lain. Sebelum melakukan aksinya itu, lelaki berusia 34 tahun tersebut terlebih dulu membunuh istri dan seorang anak lelakinya.

Nah, kalau melihat ilustrasi yang mengerikan semacam itu, benarlah kiranya kalau cemburu itu memang kecil, namun apabila terlalu berlebihan maka bisa amat berbahaya.

Solusinya? Jagalah agar perasaan cemburu itu tumbuh secara sewajarnya saja.

Mau lebih banyak pengetahuan seputar cinta dan hubungan antar cowok-cewek? Kamu bisa mendapatkannya di buku ini. :)


Copyright © Cintapedia

Tips Makan Malam Bersama Pacar


Malam malam bersama pacar tentu saja merupakan saat-saat menyenangkan, khususnya bagi pasangan yang baru jadian. Sang cowok bisanya akan menjadikan makan malam itu spesial, sementara si cewek pun akan berharap acara makan malam itu istimewa.

Agar harapan yang menyenangkan itu bisa terwujud, tentu saja acara makan malam itu tidak harus di restoran mewah atau di kafe yang mahal, tapi cukup dengan trik yang manis, yang akan menjadikan acara makan malam bersama sang pacar bisa meninggalkan kesan yang menyenangkan.

Berikut ini trik-trik manis agar acara makan malam bisa semakin indah dan menyenangkan.


Pilihlah tempat yang tepat

Jangan salah pilih tempat untuk makan malam. Sebaiknya, pilihlah tempat yang sekiranya sesuai dengan suasana hati masing-masing. Perkirakanlah terlebih dulu, suasana apa yang diinginkan? Karena ada kafe-kafe tertentu yang bising; menyuguhkan musik yang hingar-bingar, ada pula tempat makan malam yang tenang dan romantis; menyuguhkan musik-musik lembut atau bahkan klasik.

Tentu saja akan lucu kalau kita menginginkan suasana yang romantis dengan sang pacar, tapi kita salah masuk ke kafe yang menyuguhkan musik rock yang hingar-bingar.


Pesanlah lebih awal

Ini khusus untuk restoran atau kafe yang biasanya penuh pengunjung pada malam-malam tertentu. Apabila kamu dan pacarmu menginginkan untuk makan malam di restoran yang biasanya penuh pengunjung, usahakanlah untuk pesan tempat lebih awal atau pesan terlebih dulu. Tujuannya adalah agar suasana makan malam tidak rusak hanya gara-gara harus mengantri tempat duduk yang penuh.

Rasanya menjengkelkan kalau dari rumah kita sudah berdandan dengan baik dan hati sudah penuh kegembiraan, tapi kemudian harus manyun berjam-jam di restoran karena menunggu meja kosong.

Yang tidak kalah penting dari itu adalah; pastikan bagaimana sistem pembayaran di restoran yang dipilih itu. Kalau memang restoran itu tidak melayani pembayaran dengan kartu kredit, usahakan untuk membawa uang tunai secukupnya. Karena tentu saja jadi konyol kalau sehabis makan kita jadi bingung membayar hanya gara-gara uang tunai tidak cukup karena terlalu mengandalkan kartu kredit.


Makanlah dengan santai

Kaum cowok biasanya makan dengan terburu-buru atau cepat. Saat makan bersama pacar, usahakanlah untuk makan lebih santai. Maksudnya, makanlah perlahan-lahan untuk mengimbangi makan sang pacar.

Makan yang terburu-buru hingga mulut terlihat penuh bukan saja akan menunjukkan kita terlalu bernafsu, namun juga akan mengakibatkan pacar ketinggalan. Saat nasi di piring kita sudah habis, eeh, nasi pacar kita masih penuh. Karenanya, buat cowok-cowok, lebih santailah ketika makan bersama pacar.

Sementara buat cewek-cewek, makanlah secara wajar, dalam arti tidak usah terlalu dimanis-maniskan. Kalau makanmu terlalu lamban, juga menjadikan pihak cowok jadi kebingungan mengimbanginya.


Kunyahlah dan habiskan makanan

Maksudnya, selapar apa pun, jangan makan terlalu lahap atau terburu-buru hingga seperti dikejar hantu. Sekali lagi, makanlah dengan santai. Makan terburu-buru tidak hanya membuat kita jadi seperti orang kelaparan, namun juga bisa mengakibatkan tersedak. Berabe, kan?

Karenanya, usahakan untuk menjaga jarak kunyahan. Apabila kita menyuapkan nasi ke mulut, kunyahlah sampai benar-benar halus untuk kemudian ditelan, dan tunggu sesaat untuk kemudian memasukkan lagi suapan berikutnya. Jangan buru-buru. Selain untuk menunjukkan sikap yang manis saat makan, itu juga berfungsi untuk mengimbangi pihak cewek yang biasanya makan secara lambat.

Khusus untuk cewek, usahakanlah untuk menghabiskan makanan yang disediakan. Ada cewek-cewek tertentu yang menyukai untuk menyisakan makanannya atau tidak menghabiskan makanannya dengan alasan untuk menjaga image di depan pacarnya. Ketahuilah bahwa cowok-cowok lebih suka kalau kamu menghabiskan makananmu, daripada memubazirkannya! Makan sampai habis tidak akan menurunkan image-mu, tapi justru akan menunjukkan kamu menghargai sesuatu yang diberikan kepadamu.

Tentu saja nasihat ini tak berlaku ketika kita menghadapi makanan yang benar-benar tak mampu kita makan atau memang tidak doyan. Untuk hal ini tentu saja tak disalahkan apabila kamu tidak menghabiskan makananmu. Namun, agar hal semacam itu tidak terjadi, usahakan untuk memesan makanan yang benar-benar kamu doyan atau sukai. Jangan suka coba-coba makanan baru yang tidak kamu yakini akan kamu sukai.


Jangan bicara selagi mengunyah

Panduan ini tentu saja merupakan panduan universal, dalam arti bukan hanya ketika kita makan malam bersama pacar saja. Namun tip ini harus benar-benar diingat ketika kita makan dengan pacar. Makan sambil berbicara, atau berbicara sambil mengunyah makanan di dalam mulut, bukan saja tak beretika, tetapi juga menjijikkan.

Selain itu, usahakan untuk tidak membunyi-bunyikan kunyahan. Ada orang-orang tertentu yang terbiasa menyeruput sesuatu dengan suara keras atau membuka mulutnya ketika tengah mengunyah. Ini juga perlu dihindari, karena tidak sopan juga tidak elok di hadapan orang lain.


Perhatikan serbet makan

Apabila pihak restoran menyediakan serbet makan, taruhlah serbet itu pada pangkuan, dan jangan menggantungkannya pada kerah baju.

Apabila di tengah acara makan kita perlu meninggalkan meja makan untuk suatu keperluan (misal ke kamar kecil atau menemui pelayan), letakkanlah serbet itu di atas kursi kita, dan jangan meletakkannya di atas meja.

Ketika kita kembali ke meja makan, ambillah terlebih dulu serbet itu untuk kemudian kita letakkan lagi di pangkuan, jangan sampai terlupa hingga kita mendudukinya.


Tunjukkan sikap yang manis

Seperti yang disebutkan di atas, kita harus menghindari bercakap-cakap selama acara makan berlangsung (khususnya ketika mulut kita dalam keadaan mengunyah). Namun itu bukan berarti acara makan malam hanya berisi kediaman atau suasana yang terlalu hening.

Karenanya, selama makan malam, kita bisa menunjukkan sikap yang manis kepada pacar dalam bentuk tatapan mesra, atau senyum manis. Semuanya itu bisa ditunjukkan tanpa harus berkata-kata atau membuka mulut.

Kalau memang harus berkata-kata atau berbicara sesuatu, usahakan untuk menelan terlebih dulu makanan yang ada dalam mulut. Jangan sampai kita berbicara sambil memperlihatkan makanan yang masih ada dalam mulut.


Berikan perhatian

Sebelum memesan makanan, berikanlah perhatian pada pacar untuk memilih makanan yang diinginkannya. Jangan buru-buru memesan menu tanpa persetujuan pacar kita.

Begitu pula setelah acara makan selesai, berikanlah lagi perhatian dengan menanyakan apakah dia menyukai makanan yang disajikan? Apakah menunya cocok? Dan apabila sang pacar membutuhkan sesuatu, segeralah panggil pelayan dengan sopan untuk memenuhi keinginan pacar kita.


Jangan menahan sendok dan garpu

Ada kalanya kita harus mengatakan sesuatu ketika acara makan sedang berlangsung. Biasanya pula, secara tak sadar kita masih mengangkat sendok berisi makanan atau garpu yang berisi sesuatu yang kita tusuk.

Hindari hal semacam itu. Kalau memang perlu mengatakan sesuatu atau membicarakan sesuatu saat acara makan belum selesai, usahakan agar tidak menahan sendok dan garpu di udara, karena bisa saja makanan yang ada pada sendok itu jatuh berceceran, atau sesuatu yang kita tusuk di garpu itu terlepas. Selain tidak sopan, itu juga akan membuat kita tampak jorok; mengotori meja saat makan.


Hindari berbuat jorok

Tak jarang, sehabis makan kita merasa ada sesuatu yang nyangkut di sela-sela gigi. Apabila hal semacam itu terjadi, jangan berusaha membersihkan gigi dengan jari, garpu, apalagi sedotan. Tapi ambillah tusuk gigi, dan bersihkanlah sesuatu yang nyangkut di sela-sela gigi itu dengan cara menutupinya dengan serbet atau telapak tangan.

Atau, kalau mau lebih aman lagi, segera pergi ke toilet dan bersihkanlah di sana. Selain aman karena tak terlihat di depan pacar, kita juga bisa menggunakan cermin yang ada di sana untuk mengecek apakah ada sesuatu yang lain menempel di deretan gigi kita. Karena tak jarang ada sisa cabai merah yang menempel di bagian depan gigi.

Mau lebih banyak pengetahuan seputar cinta dan hubungan antar cowok-cewek? Kamu bisa mendapatkannya di buku ini. :)


Copyright © Cintapedia

Tip Menjalin Cinta Setelah Patah Hati


Sering kali kita merasa khawatir, ketakutan, dan merasa ragu-ragu ketika akan memulai sesuatu, termasuk dalam hal menjalin suatu hubungan baru dengan seseorang, entah hubungan persahabatan atau hubungan cinta. Perasaan khawatir, keraguan atau bahkan ketakutan itu biasanya timbul karena adanya perasaan takut ditolak, takut akan sakit hati, dan lain-lain.

Perasaan yang negatif semacam itu biasanya akan lebih kuat ketika kita pernah merasa trauma atas hubungan terdahulu, ketika kita merasa patah hati, sakit dan kecewa atas hubungan yang pernah kita jalin dengan seseorang—entah hubungan persahabatan ataupun hubungan pacaran.

Tentu saja ketakutan atau perasaan khawatir dan ragu-ragu itu akan menjadikan kita sulit melangkah, khususnya ketika akan menjalin suatu hubungan yang baru. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi perasaan ketakutan yang berlebihan itu, dan jalan menuju pikiran serta hati yang lebih terbuka untuk dapat menerima suatu hubungan yang baru, serta menjalinnya.


Jangan takut berkomitmen

Ketika kita menjalin suatu hubungan dengan seseorang, entah itu hubungan persahabatan, lebih khususnya lagi hubungan cinta, maka secara langsung maupun tak langsung kita akan memasuki suatu keterikatan, bahkan suatu komitmen.

Keterikatan, karena bagaimana pun juga kita telah terhubung atau menghubungkan diri kita dengan orang lain dalam hubungan tersebut. Komitmen, karena suatu hubungan persahabatan atau hubungan cinta tentu saja memerlukan komitmen (yang meskipun tidak terucap) untuk bersama menjaga keutuhan hubungan itu.

Nah, bukalah hati untuk menyadari bahwa komitmen dalam suatu hubungan bukanlah sesuatu yang menakutkan, atau setidaknya bukanlah sesuatu yang layak ditakuti. Tentu saja suatu hubungan bisa bubar di tengah jalan ketika masing-masing sahabat atau pacar memilih untuk berpisah karena suatu hal, atau hubungan cinta bisa berakhir dengan patah hati ketika pacar yang kita cintai meninggalkan kita, dan hubungan itu pun terputus.

Tetapi, secara emosional, merasakan sakit karena putusnya suatu hubungan itu masih lebih baik daripada terus-menerus menahan diri untuk tidak pernah sama sekali membuka hati dan tidak pernah mau mencintai.


Jangan terlalu mengevaluasi

Seringnya mengevaluasi diri menjadi salah satu penghambat ketika kita ingin membuka hati kembali bagi suatu hubungan yang baru. Orang-orang yang pernah merasakan sakitnya putus cinta biasanya akan sering atau bahkan terlalu sering mengevaluasi hubungannya terdahulu dan dirinya sendiri, hingga ia justru secara tak langsung menciptakan ketakutan-ketakutannya sendiri.

Berhentilah untuk terus mengevaluasi, dan beranilah mengambil langkah yang baru. Terlalu sering mengevaluasi akan menjadikan kita merasa takut, atau ragu-ragu dan khawatir ketika akan melangkah, karena kita terus-menerus mengingat-ingat segala kepahitan yang pernah kita alami dan rasakan.

Cobalah untuk mulai berjalan sesuai alur, mengalir bersama yang terjadi dalam hidup, dan tidak usah terlalu merisaukan atau mengkhawatirkan yang akan terjadi. Ada kalimat bijak yang menyatakan, “Apa pun yang akan terjadi, terjadilah”. Dalam hal membuka hati kembali, kalimat itu sangat tepat untuk direnungkan. Hidup tidak berhenti, ia terus berjalan dan mengalir, maka berhentilah untuk terus mengevaluasi.


Beranilah mengambil risiko

Segala sesuatu tentu saja ada risikonya. Begitu pula ketika kita memutuskan untuk menjalin suatu hubungan dengan seseorang. Berapa kali kita mengurungkan niat untuk mendapatkan sesuatu atau menjalin suatu hubungan dengan seseorang karena begitu takutnya kita menghadapi risiko?

Ketakutan yang berlebihan terhadap risiko sering kali menjadi penghambat ketika sebenarnya kita akan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, pelajaran-pelajaran baru, hubungan-hubungan baru, bahkan nuansa hidup yang baru.

Cobalah untuk memahami bahwa segala sesuatu pasti ada risikonya, sekecil apa pun. Yang perlu kita lakukan bukanlah mencoba menghilangkan risiko itu, tapi menghadapinya sekaligus mengelolanya. Begitu pula halnya dengan risiko ketika kita memutuskan untuk membuka hati kembali untuk mencintai.


Ungkapkanlah perasaan

Salah satu manfaat dari suatu hubungan dengan seseorang adalah kita memiliki sesuatu (seseorang) yang bisa kita jadikan tempat untuk mengungkapkan perasaan-perasaan kita, bahkan kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan kita.

Menutup hati untuk tidak mencintai (atau tidak mencintai lagi) barangkali aman secara emosional karena kita tidak lagi takut tersakiti. Namun segala perasaan negatif yang kita miliki atau kita rasakan akan berkumpul tanpa pernah dapat keluar, karena kita tak memiliki saluran atau tempat untuk mengeluarkannya.

Sebaliknya, ketika kita mau melangkah dan membuka hati untuk menjalin suatu hubungan, atau hubungan yang baru, kita memang memiliki kemungkinan tersakiti (ketika hubungan itu putus), tetapi ketakutan dan kekhawatiran kita pada perasaan takut tersakiti itu bisa kita ungkapkan kepada orang yang menjalin hubungan dengan kita.


Hilangkan perasaan bersalah

Tidak jarang seseorang menjadi takut untuk membuka hatinya atau untuk jatuh cinta lagi kepada seseorang karena dibelenggu perasaan bersalah yang tak juga sirna. Ini biasanya terjadi ketika seseorang pernah menjalin suatu hubungan sebelumnya, namun kemudian merasa trauma dan ‘terlalu sadar diri’ bahwa dialah penyebab putusnya hubungan sebelumnya.

Merasa bersalah itu satu hal, namun keberanian untuk menjalin suatu hubungan yang baru adalah hal lain. Tentu saja instrospeksi untuk menyadari bahwa kita tak selamanya benar adalah sesuatu yang positif. Tetapi apabila perasaan bersalah itu menjadi hambatan kita untuk melangkah kembali, maka itu pun menjadi sesuatu yang negatif.

Lepaskanlah perasaan bersalah yang kita miliki, dan beranilah untuk melangkah kepada kehidupan yang baru, dengan hubungan baru bersama seseorang yang baru. Jadikanlah perasaan bersalah itu sebagai semacam pelajaran untuk tidak diulang kembali di masa yang akan datang, di dalam hubungan yang kini terjalin.

Mau lebih banyak pengetahuan seputar cinta dan hubungan antar cowok-cewek? Kamu bisa mendapatkannya di buku ini. :)


Copyright © Cintapedia